MEDIA PEMBELAJARAN MAHAROH QIRO’AH
Makalah ini Disusun
untuk Memenuhi Memenuhi Tugas
Mata Kuliah teknologi
pembelajaran
Dosen Pengampu ibu Dra.
Umi Mahmudah, M.A.
Oleh kelompok
Sembilan:
Siti Mahdzuroh
(10330094)
Hannah (10330081)

Jurusan Pendidikan
Bahasa Arab
Fakultas Humaniora
dan Budaya
Universitas Islam
Negeri (UIN) Maliki Malang
Oktober , 2011
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
dengan rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan ridlo-Nya pula kami dapat
menyelesaikan makalah ini, dengan harapan semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi para pembaca, selain itu penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi
tuntutan kebutuhan melengkapi bahan-bahan studi ilmiah tentang pengetahuan
system pendidikan nasional.
Penulis
menyadari bahwa materi yang disajikan dalam makalah ini masih belum sempurna
dan mempunyai banyak kekurangan. Tak ada yang sempurna di dunia ini dan
kesempurnaan hanyalah milik Allah, begitu juga dengan kekurangan yang ada dalam
makalah ini,makalah ini belum bisa sempurna tanpa adanya kritik dari para
pembaca dan saran yang membangun dan bisa membantu kami untuk menyempurnakanya.
Tak
lupa kami sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini baik berupa moril maupun materil, diantaranya:
1.
Kami
berterima kasih kepada dosen mata kuliah pengantar pendidikan yang telah
membimbing kami sehingga bisa terselesaikan makalah ini Insya Allah dengan baik
2.
Terima
kasih kapada kelompok 9 yang telah menyumbangkan waktu, tenaga, dan dana untuk
menyelesaikan makalah ini
3.
Terima
kasih kami tujukan kepada orang tua kami yang turut membantu kami secara tidak
langsung melalui doa dan motivasinya
4.
Terima
kasih kepada kakak-kakak senior yang telah meminjamkan buku untuk kami jadikan
referensi dalam menyelesaikan makalah
Selama
proses penulisan makalah ini penulis banyak menerima masukan, motivasi, dan
bantuan pikiran dari berbagai pihak, semoga Allah SWT membalas semua kebaikan.
Malang
6
oktober 2011
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR...............................................................................................................
i
DAFTAR
ISI...............................................................................................................................
ii
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1
latar
belakang ................................................................................................................. 1
1.2
rumusan
masalah ............................................................................................................ 1
1.3
tujuan..............................................................................................................................
2
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 pengertian media ............................................................................................................. 3
2.2 ciri-ciri media pembelajaran ............................................................................................ 4
2.3 fungsi dan manfaat media pembelajaran ......................................................................... 4
2.4 media yang efektif untuk pembelajaran maharoh qiro’ah................................................
6
a. media pandang non
proyeksi .................................................................................... 6
b. media pandang proyeksi ............................................................................................ 8
c. media pembelajaran bahasa arab aspek berbahasa arab .............................................. 10
d. media pembelajaran qiro’ah ....................................................................................... 11
BAB
III PENUTUP
3.1 kesimpulan ...................................................................................................................... 12
3.2 saran................................................................................................................................. 13
DAFTAR
PUSTAKA ............................................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Masalah Manusia merupakan makhluk social, mereka selalu hidup dalam
kelompok, mulai kelompok kecil sampai kelompok besar yang kemudian disebut
dengan masyarakat. Dalam kelompok masyarakat ini, terjadilah komunikasi timbal
balik, komunikasi ini dapat berlangsung karena adanya sarana pokok berupa
bahasa yang dapat dimengerti. Bahasa
adalah lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia sebagai alat
komunikasi antarmanusia.
Dilihat dari cara
penyampaianya, ragam bahasa dapat digolongkanmenjadi ragam bahasa tulis dan
ragam bahasa lisan, untuk memahami ragam bahasa lisan yang diucapkan oleh lawan
bicara, orang harus mendengarkan dengan penuh perhatian menggunakan indera
pendengaran, yang lebih dikenal dengan istilah menyimak, cara yang seperti ini
disebut komunikasi langsung.Untuk memahami ragam bahasa tulis, seseorang harus
melakukankegiatan membaca rangkaian lambang bunyi bahasa itu.
Dalam kehidupan modern
seperti sekarang ini, manusia hampir tidak dapat dipisahkan dari buku.Peradaban
manusia identik dengan buku. Kemajuan ilmu pengetahuanyang dikuasai oleh
manusia ditulis dalam buku, dilestarikan dan diwariskan kepada generasi
berikutnya. Agar tidak ketinggalan informasi
tentang kemajuan ilmu pengetahuan, orang harus selalu membaca buku. Oleh
karena itu,keterampilan membaca dan keterampilan memahami paparan yang tertulis
dalam buku merupakan kunci penguasan ilmu pengetahuan.
Kegiatan membaca adalah proses melisankan paparan bahasa tulis,
yang berarti keluar suara melalui mulut, baik lirih atau keras/nyaring, sesuai
bunyi lambang bahasa. Kegiatan ini mengandung pengertian bahwa agar seseorang
dapat memahami makna paparan bahasa tulis itu maka ia harus memadukan kerja
indera belajar, kemudian mengambil makna dan memadukan dengan memori bahasa
yang telah dimiliki sebelumnya.
1.2 Rumusan masalah
Permasalahan yang dibahas di makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Apakah
media pembelajaran itu?
2.
Apa saja ciri-ciri dari media pembelajaran
untuk maharoh qiro’ah?
3.
Apakah
fungsi dan manfaat media untuk pembelajaran maharoh qiro’ah?
4.
Media
apakah yang efektif untuk pembelajaran maharoh qiro’ah?
1.3 Tujuan
Berdasarkan
rumusan masalah tersebut, makalah ini bertujuan sebagai berikut:
1.
Untuk
menjelaskan pengertian media pembelajaran
2.
Untuk
menjelaskan ciri-cirinya untuk pembelajaran maharoh qiro’ah
3.
Untuk
menjelaskan fungsi dan manfaat media untuk pembelajaran maharoh qiro’ah
4.
Untuk
menjelaskan media yang efektif dalam pembelajaran maharoh qiro’ah
BAB 11
PEMBAHASAN
2.1 pengertian media
Kata media berasal
dari bahasa latin medius yang artinya tengah, perantara, atau pengantar.
Dalam bahasa arab,media adalah perantara [وسلئلم]
atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach&ely
mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia,
materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, ketrampilan, atau sikap[1] . Dalam
pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkunagn sekolah merupakan media. Secara
lebih khusus , pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung
diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk
menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Media dalam
komunikasi merupakan bagian dari komponen yang tidak dapat tidak mesti ada,
yaitu; komunikator adalah seseorang yang menyampaikan informasi, komunikan
adalah seseorang yang menerima informasi, pesan merupakan isi yang disampaikan
dalam berkomunikasi,dan media merupakan perangkat penyalur informasi.[2]
Jika tidak, maka media secara praktis dianggap tidak ada dan tidak perlu
dibicarakan. Dalam komunikasi keempat komponen itu saling terintegrasi, seperti
ini;
|
Sumber informasi
Penerima informasi
|
|
Media informasi
|
|
Penerima informasi
Sumber informasi
|
Gambar diatas
menunjukkan bahwa konsep sumber atau penerima informasi adalah konsep relative.
Disatu saat seseorang atau suatu benda bisa berperan sebagai informasi, namun
pada saat lain, ia juga bisa sebagai penerima informasi. Namun tidak semua
proses informasi berlangsung secara dua arah atau timbal balik. Kadang kala,
komunikasi juga bisa terjadi secara satu
arah ( arah panah yang tertuju ke penerima informasi dan peran sumber dan penerima
informasi hanya tunggal).
2.2 ciri-ciri media pembelajaran
Menurut . Gerlach&ely tiga ciri media yang merupakan petunjuk
mengapa media digunakan dan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang
mungkin guru tidak mampu melakukanya.[3]
a.
Ciri
fiksatif (fixative property)
Ciri menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan,
melestarikan, dan merkonstruksi suatu peristiwa atau objek. Suatu peristiwa
atau objek dapat diurut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi,
video tape, audio tape, dan film.
Ciri ini amat penting karena kejadian-kejadian atau objek yang
telah direkam atau disimpan dengan format media yang ada dapat digunakan setiap
saat.
b.
ciri
manipulative (manipulative property)
transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media
memiliki ciri manipulative. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat
disajikan dalam waktu dua atau tiga menit dengan pengambilan gambar.
c.
ciri
distributive (distributive property)
ciri distributve dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian
ditransformasikan melalui ruang. Sekali informasi direkam dalam format media
apa saja, ia dapat direproduksi seberapa kalipun dan siap digunakan secara
bersamaan diberbagai tempat atau digunakan secara berulang-ulang disuatu
tempat.
2.3 fungsi dan manfaat media pembelajaran
Dalam suatu proses
belajar mengajar , dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan metode pengajaran. Kedua aspek ini saling
berkaitan. Salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu
mengajar yang turut mempengaruhi iklim,
kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.[4]
Hamalik
mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar
dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitakan motivasi dan
rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi
terhadap siswa.[5]
Levie & lentz (1982)Empat fungsi media pembelajaran yaitu,
fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, fungsi kompensatoris.[6]
a.
Fungsi
atensi, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi
kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai
teks materi pelajaran, khususnya media gambar yang diproyeksikan melalui
projector dapat mengarahkan perhatian siswa kepada pelajaran yang akan mereka
terima.
b.
Fungsi
afektif, yaitu kenikmatan siswa ketika belajar membaca teks bergambar. Gambar
atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
c.
Fungsi
kognitif, yaitu media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang yang
mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan
untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d.
Fungsi
kompensatoris, yaitu media pengajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa
media visual
yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang
lemah dalam membaca untuk mengorganisasi informasi dalam teks dan mengingatnya
kembali.
Media pengajaran
menurut kemp & Dayton (1985) dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media
itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok besar yang jumlahnya
besar, yaitu: memotivasi minat atau tindakan, menyajikan informasi, dan member
instruksi.[7]
Kepm & Dayton
(1985), mengidentifikasi tidak kurang dari delapan manfaat media dalamkegiatan
pembelajaran, yaitu:[8]
1.
Penyampaian
materi pembelajaran dapat diseragamkan
2.
Proses
pembelajaran menjadi lebih menarik
3.
Proses
belajar siswa menjadi lebih interaktif
4.
Jumlah
waktu belajar-mengajar dapat dikurangi
5.
Kualitas
belajar siswa dapat lebih ditingkatkan
6.
Proses
belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja
7.
Sikap
positif siswa terhadap bahan pelajaran maupun terhadap proses belajar itu
sendiri dapat ditingkatkan
8.
Peran
guru dapat berubah kearah yang lebih positif dan produktif
2.4 media yang efektif untuk pembelajaran maharoh qiro’ah
a. Media Pandang Non Proyeksi
Media Non Proyeksi merupakan media
yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar, baik yang berkarakter dua
dimensi maupun tiga dimensi. Dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sinar
listrik atau proyektor.
Macam-macam media pandang non
proyeksi
1. Papan Tulis
Kelebihannya :
- Penyajian pelajaran dapat
dilakukan dengan jelas, selangkah demi selangkah secara sistematis.
- Apabila terjadi kekeliruan dapat
segera diperbaiki
- merangsang siswa untuk bekerja
lebih baik
- mendorong siswa berpartisipasi
dalam memecahka masalah
- Memotivasi siswa dalam belajar
2.Gambar dan Foto
Kelebihannya :
- Kongkrit dan realistis dalam
menunjukkan suatu masalah
- Dapat mengatasi ruang dan waktu
- Memungkinkan siswa mempelajari
sesuatu secara detail
- Cocok untuk display dan belajar
sendiri
- Murah dan mudah didapat
- Tidak memerlukan peralatan khusus
dalam menggunakannya
Kelemahannya :
- Hanya menekankan persepsi indera
mata
- Kurang efektif dalam kegiatan
pengajaran
3.Grafik
Kelebihannya :
- Bermanfaat untuk mempelajari dan
mengingat data kuantitatif
- Memudahkan dalam menganalisis,
interpretasi, dan komparasi antara data-data yang disajikan
- Menyajikan data dengan jelas,
cepat, menarik, ringkas dan logis
4.Papan Flanel
Kegunaannya :
- Dapat digunakan untuk semua
tingkat pendidikan
- Dapat dipakai dalam berbagai
situasi belajar
- Dapat digunakan untuk menerangkan
perbandingan atau persamaan secara sistematis
Kelebihannya :
- Dapat dibuat sendiri oleh pendidik
- Dapat memusatkan perhatian siswa
- Dapat menghemat waktu dan tenaga
pendidik pada saat menerangkan pelajaran
Penggunaan Media Pandang Non
Proyeksi dalam Pengajaran Bahasa Arab
- Sesuai dengan muatan materi serta
tujuan pembelajaran yang telahy direncanakan
- Misalnya papan tulis dapat
digunakan untuk mengajarkan mahara kitabah dalam semua tingkatan atau marhalah
- Papan flannel, papan tali, dan
kubus struktur dapat digunakan untuk mengajarkan qawa’id al-lugho al-‘arabiyah,
mahara al-qira’ah, dan mahara al-kitabah
- Flash Card dapat digunakan untuk
mengajarkan kosa kata / mufradat dan mahara al-kalam
b. Media Pandang Proyeksi
Media pandang proyeksi adalah
merupakan salah satu kelompok media pengajaran yang dalam operasionalisasinya
memerlukan proyeksi atau penyorotan dengan cahaya, sehingga bisa dipandang atau
dilihat oleh pengguna media tersebut.
Macam-macam media pandang proyeksi
1. Overhead Projector (OHP)
OHP merupakan alat yang dirancang
sedemikian rupa sehingga bahan yang berbentuk lembaran dan transparan di
letakkan di sumber-sumber cahaya dan gambarnya di proyeksikan lewat atas kepala
dari jarak dekat ke layer yang terletak di belakang operator.
Manfaatnya :
- Gambar/tulisan yang diproyeksikan
lebih jelas
- Sambil mengajar, guru dapat
berhadapan dengan siswa
- Benda-benda kecil dapat
diproyeksikan langsung, meskipun hasilnya berbentuk bayangan
- Tidak memerlukan proyeksionis
khusus
- Lebih sehat bila dibandingkan
dengan papan tulis
Disamping kemanfaatan diatas, OHP
memiliki kelemahan antara lain menyebabkan siswa pasif.
2. Slide
Slide merupakan gambar transparan
yang diproyeksikan oleh cahaya melalui proyektor. Film slide biasa dibuat
dengan ukuran 35 mm. Slide memiliki dua bentuk, yaitu pertama, bentuk
tradisional yang lepas satu persatu, dan kedua, bentuk baru yang dibungkus
dalam tempat khusus lalu dimasukkan kedalam proyektor dan secara otomatis
berputar seperti film biasa.
Manfaatnya :
- Materi yang sama dapat disebarkan
kepada siswa secara serentak
- Perhatian siswa dipusatkan kepada
satu point tertentu
- Fungsi berpikir siswa dikembangkan
secara bebas
- Kecepatan dan frekuensi putar bisa
diatur oleh guru
- Dapat digunakan untuk menyajikan
berbagai materi baik individual maupun kelompok
3. Film Strip
Berbeda dengan slide, gambar pada
film strip berurutan dan merupakan satu kesatuan. Ukuran filmnya sama dengan
slide yaitu 35 mm. Sebagaimana hanya slide, film strip juga bisa ditampilkan
dengan suara maupun tanpa suara. Suara yang dimasukkan dalam film merupakan
penjelas isi. Selain suara penjelas isi film juga bisa berbentuk buku pedoman
atau narasi tulis.
Manfaatnya :
-Tidak memerlukan ruangan gelap
untuk menampilkannya, dan kecepatannya bisa diatur.
- Film strip bisa menggabungkan
berbagai media, misalnya gambar, chart, table, symbol, kartun,dll.
- Mempertinggi minat siswa
- Merangsang diskusi kelas
- Dapat digunakan semua bidang studi
dan setiap tingkat usia
Penggunaan Media Pandang Proyeksi
dalam Pengajaran Bahasa Arab
Media Pandang Proyeksi dapat
digunakan dalam pengajaran bahasa arab sebagaimana pemanfaatan media pandang
non proyeksi. Pengetahuan bahasa arab maupun ketrampilan bahasa arab sebagian
besar dapat diajarkan dengan meggunakan media ini. Misalnya qawa’id al-lugho,
mahara al-kalam, mahara al-kitabah, dan mahara al-qira’ah dapat diajarkan
dengan memanfaatkan media pandang berproyeksi. Sedangkan mahara al-istima’
tidak dapat diajarkan dengan menggunakan media ini.
c. media pembelajaran bahasa arab Aspek
berbahasa arab (mufrodat dan tarkib)
Media pembelajaran yang digunakan
dalam pengajaran bahasa arab aspek mufrodat yakni dengan menggunakan gambar,
musik, kartu, foto, gambar garis kendatipun amat sederhana namun dapat
menyampaikan cerita atau pesan-pesan penting. Bentuk objek yang sederhana dapat
dilukiskan dengan gambar garis tanpa mengkhawatirkan penafsiran yang keliru
dari siswa misalnya gambar rumah atau tas seperti dalam gambar-gambar hewan
atau manusia itu dapat digunakan untuk pengajaran bahasa arab atau bahasa
inggris khususnya kosa kata.
Media pembelajaran yang digunakan
dalam pengajaran bahasa arab tentang tarkib/ susunan kata yaitu dengan
menggunakan strip story, papan kantong, papan tulis. Teknik strip story mempermahir siswa menyusun kalimat
atau ayat-ayat menjadi satu untaian surah. Untuk mempermahir menyusun kata-kata
kedalam satu kalimat juga bisa digunakan teknik kartu yang di acak.
d.Media pembelajaran Qira'ah
Pembelajaran qiroah (membaca)
seringkali di sebut dengan pelajaran muthala'ah (menela'ah). Keduanya memang
sama-sama belajar yang berbasis bacaan. Namun demikian, kedua istilah tersebut
memiliki perbedaan. Qira'ah dapat diartikan sebagai pelajaran membaca,
sedangkan muthala'ah lebih menekankan pada aspek analisis dan pemahaman
terhadap apa yang di baca. Karena keduanya memiliki perbedaan penekanan, maka
dalam pemilihan metode atau strategi pembelajarannya pun tentu akan terdapat
perbedaan. Kedua istilah tersebut juga dapat di pahami sebagai prose,artinya
bahwa ketrampilan membaca itu meliputi latihan membaca dengan benar sampai
dengan taraf kemampuan memahami dan menganalisis isi bacaan. Strategi ini
biasanya di gunakan untuk melatih kemampuan siswa dalam menuangkan isi dari
yang di baca ke dalam bentuk tabel. Isi dari tabel tersebut dapat di sesuaikan
dengan kebutuhan atau tujuan pembelajarannya.
BAB 111
PENUTUP
3.1 kesimpulan
media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi
atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,
ketrampilan, atau sikap. Media dalam komunikasi merupakan bagian dari komponen
yang tidak dapat tidak mesti ada, yaitu; komunikator adalah seseorang yang
menyampaikan informasi, komunikan adalah seseorang yang menerima informasi,
pesan merupakan isi yang disampaikan dalam berkomunikasi,dan media merupakan
perangkat penyalur informasi.
Menurut . Gerlach&ely tiga ciri media yang merupakan petunjuk
mengapa media digunakan dan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang
mungkin guru tidak mampu melakukanya, diantaranya: Ciri fiksatif (fixative
property), ciri manipulative (manipulative property), ciri
distributive (distributive property). Salah satu fungsi utama media
pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar
yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang
ditata dan diciptakan oleh guru.
Kepm & Dayton (1985), mengidentifikasi tidak kurang dari
delapan manfaat media dalamkegiatan pembelajaran, yaitu:
1.
Penyampaian
materi pembelajaran dapat diseragamkan
2.
Proses
pembelajaran menjadi lebih menarik
3.
Proses
belajar siswa menjadi lebih interaktif
4.
Jumlah
waktu belajar-mengajar dapat dikurangi
5.
Kualitas
belajar siswa dapat lebih ditingkatkan
6.
Proses
belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja
7.
Sikap
positif siswa terhadap bahan pelajaran maupun terhadap proses belajar itu
sendiri dapat ditingkatkan
8.
Peran
guru dapat berubah kearah yang lebih positif dan produktif
media yang efektif untuk pembelajaran maharoh qiro’ah
a.
Media Pandang Non Proyeksi
-
Papan tulis
-
Gambar dan foto
-
Grafik
-
Papan flannel
b.
Media pandang proyeksi
-
Overhead Projector (OHP)
-
Slide
-
Film strip
Media pembelajaran yang digunakan
dalam pengajaran bahasa arab aspek mufrodat yakni dengan menggunakan gambar,
musik, kartu, foto, gambar garis kendatipun amat sederhana namun dapat
menyampaikan cerita atau pesan-pesan penting.
3.2 Saran
dari sini kita dianjurkan agar lebih
pandai untuk menarik perhatian seseorng dalam membaca,karena selama ini banyak
orang yang tidak suka membaca buku,jadi kita harus benar-benar kreatif untuk membuat
permainan agar banyak orang yang suka membaca, apalagi untuk tulisan arab,
masih banyak orang yang enggan untuk membaca tulisan-tulisan arab termasuk
mahasiswa pendidikan bahasa arab, jadi dari sini mari kita mulai untuk
mencintai membaca, karena dengan membaca akan terbuka cakrawala dunia.
DAFTAR
PUSTAKA
-
Arsyad, azhar. 1997. Media pengajaran. Jakarta:
rajawali pers
-
Ansari, bansu dan martinis y.2009.taktik
mengembangkan kemampuan individualsiswa. Jakarta: gaung persada press
-
Leonhardt, mary. 2001. 99 cara menjadikan
anak anda keranjingan membaca. Bandung: kaifa
-
Winkinson, gene. 1984. Media dalam
pembelajaran. Jakarta: cv. rajawali
[1] Azhar
arsyad, media pengajaran (Jakarta:rajawali pers, 1997), hlm. 3
[2]
Martinis yamin dan bansu, taktik mengembangkan kemampuan individual siswa (
jakarata: gaung persada press, 2009), hlm. 148
[3]
Azhar arsyad, op. cit., hlm.11
[4]
Azhar arsyad, media pengajaran (Jakarta: Rajawali pers, 1997, hlm. 15
[5] Ibid…
[6] Ibid.,
hlm. 16
[7]
Ibid., hlm. 20
[8]
Martinis yamin dan bansu, op. cit., hlm 151-154
Tidak ada komentar:
Posting Komentar